Zaman sudah semakin maju, apalagi banyaknya teknologi yang baru dan semakin menunjukkan kecanggihannya. Kecanggihan teknologi ini tidak hanya didasarkan pada perkembangan zaman, tapi juga kebutuhan yang semakin meningkat dan membutuhkan bantuan. Karena, kemampuan manusia pun terbatas, hingga membutuhkan bantuan dari segi lainnya, yakni teknologi tersebut.
Semuanya dibuat praktis, canggih dan otomatis. Yang sebelumnya bersifat manual dan tradisional, kini dibuat semudah dan se-efesien mungkin. Menghemat segala pengeluaran dan mengabaikan yang tidak begitu penting. Semuanya itu hanya bertujuan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan manusia. Apalagi pekerjaan tersebut memerlukan hasil yang akurat, cepat dan tepat.
Katakan saja pada saat pemilu menjelang, kita ambil contoh untuk pemilihan pemimpin daerah saja terlebih dahulu, dimana beberapa bulan sebelumnya harus adanya pendataan / sensus penduduk yang dilakukan oleh para pejabat daerah. Untuk mengetahui apakah penduduknya sudah ada yang berpindah tempat tinggal, atau meninggal dunia. Ataukah sudah adanya remaja yang sudah berusia 17 tahun yang sudah boleh diikutsertakan untuk memilih. Jika pendataan telah selesai, maka dibuatlah kartu pemilihan. Setelah dibuat, lantas tidak akan ada lagi update data untuk data penduduk.
Selanjutnya, mereka akan mempersiapkan segalanya, baik kotak pemungutan suara, kartu pemilihan, cap stempel, dan sebagainya. Yang membutuhkan waktu yang begitu lamanya. Tapi, apakah dengan waktu yang begitu lamanya akan mendapatkan hasil yang optimal?. Pastinya masih ada kesalahan yang sering terjadi, baik dari kertas pemungutan suara, atau data dari penduduk.
Dari pemikiran tersebut, maka PT. C & C, berhasil mengeluarkan produk yang diberi nama Face Election.
Face Election ini merupakan sebuah perangkat lunak untuk pemilihan umum (PEMILU) dengan menggunakan face recognition technology (teknologi pengenalan wajah). Perangkat lunak ini sangat membantu sekali dalam pemilihan umum. Dengan kerahasiaan yang terjaga dan tidak adanya kecurangan dalam pemilu, serta penggunaannya yang sangat “user friendly”. Jika ada perubahan data, maka data tersebut akan cepat dirubah / di-update. Sehingga tidak ada lagi manipulasi dalam pemilihan umum.
Cara penggunaannya, setiap pemilih yang datang ke TPS menyerahkan KARTU IDENTITAS NASIONAL. Lalu setelah di-scan maka akan keluarlah data pemilih tersebut, bila memang cocok dia bisa masuk ke "BILIK PEMILIHAN". Si pemilih di deteksi wajahnya lalu masuk ke menu pilihan Partai, Setelah memilih partai masuk ke pemilihan CALEG. Setelah memilih maka akan tercetak di dua printer. Satu printer di dalam bilik dan satu printer di luar bilik sehingga totalnya ada 2 lembar : 1 lembar sebagai "PEGANGAN" buat si pemilih bahwa pilihannya tidak diganti. dan satu lagi akan meluncur ke KOTAK TRANSPARAN di luar bilik. Dengan mengunakan software Face Election ini, data akan tersimpan di server dan hasilnya pun dapat diketahui dengan cepat.
Tulisan terkait : Simulasi Pemilu Multimedia






